SEJARAH OBAT DAN FARMAKOLOGI

sejarah-obat

Sejarah Obat dan Farmakologi Sejarah Obat Yang di maksud dengan obat ialah semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut   gejala-gejalanya. Kebanyakan obat yang digunakan dimasa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba–coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam Continue Reading

PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS

PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS   Human albumin/ albumin serum manusia tersedia dalam bentuk infus intravena 5% dan 25%. Yang paling sering dipakai adalah larutan albumin 5% dengan tekanan osmotik koloid yang mirip dengan plasma. Konsentrasi albumin fisiologis (40-50 g/L dalam plasma) merupakan 60-80% tekanan koloid osmotik plasma normal (26-28 mmHg).

PENURUNAN KONSENTRASI ALBUMIN PADA KEADAAN PATOLOGIS

PENURUNAN KONSENTRASI ALBUMIN PADA KEADAAN PATOLOGIS   Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar albumin serum adalah seperti berikut ini: Penurunan sintesa, yaitu pada gangguan/penyakit hati. Peningkatan katabolisme. Kehilangan albumin, misalnya pada sindroma nefrotik, luka bakar, perdarahan dan kehilangan melalui saluran gastro-intestinal (enteropati, malabsorbsi). Redistribusi, akibat hemodilusi, peningkatan permeabilitas kapiler, penurunan klirens limfe. Pada keadaan normal terdapat Continue Reading

FISIOLOGI ALBUMIN

ALBUMIN       Fisiologi albumin Albumin merupakan polipeptida tunggal terdiri dari 585 asam amino, dengan berat molekul 66.248- 69.000 dalton. Albumin sangat mudah larut dalam air dan bermuatan negatif sangat kuat pada pH 6,4-7,4. Muatan elektrik inilah yang menyebabkan albumin dapat bergerak cepat pada proses plasmaferesis untuk mengeluarkan zat yang menempel pada albumin. Albumin, globulin Continue Reading

PERDARAHAN ANOVULASI (ANOVULATORY BLEEDING)

Perdarahan anovulasi (Anovulatory Bleeding) Anovulatory bleeding adalah terminologi medis yang menggambarkan mengenai perdarahan endometrium uterus yang disebabkan oleh disfungsi sistem menstruasi, termasuk adanya lesi pada uterus. Anovulatory bleeding juga disebut sebagai perdarahan disfungsional atau perdarahan yang tidak teratur (irregular uterine bleeding). Perdarahan uterus abnormal hampir selalu disebabkan oleh gangguan poros hormonal hipotalamus- hipofisis – ovarium. Continue Reading