Pengelolaan Obat di Puskesmas

LPLPO obat di Puskesmas

Pengelolaan Obat di Puskesmas Pengelolaan obat di Puskesmas meliputi : Pemesanan Obat Pemesanan obat atau Permintaan obat untuk mendukung pelayanan farmasi di masing-masing puskesmas diajukan oleh pengelola obat di puskesmas yang disetujui oleh kepala puskesmas kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan menggunakan format LPLPO. Pemesanan obat berdasarkan rencana kebutuhan obat tahunan yang sudah dilaporkan sebelumnya kepada Continue Reading

FARMAKOLOGI ANALGETIK ANTIPIRETIK DAN NSAID

Farmakologi analgetik, antipiretik dan NSAID

Farmakologi Analgetik, Antipiretik dan NSAID Seperti yang kita ketahui bersama bahwa obat-obat analgetik, antipiretik dan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) merupakan obat-obat yang paling banyak dipergunakan di seluruh dunia sehingga hampir setiap negara menerapkan aturan yang sama mengenai indikasi, efek samping serta cara penggunaannya. Berikut ini pengelompokkan atau farmakologi Analgetik, Antipiretik dan NSAID Analgetik Analgetik Continue Reading

SEJARAH OBAT DAN FARMAKOLOGI

sejarah-obat

Sejarah Obat dan Farmakologi Sejarah Obat Yang di maksud dengan obat ialah semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut   gejala-gejalanya. Kebanyakan obat yang digunakan dimasa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba–coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam Continue Reading

PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS

PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS   Human albumin/ albumin serum manusia tersedia dalam bentuk infus intravena 5% dan 25%. Yang paling sering dipakai adalah larutan albumin 5% dengan tekanan osmotik koloid yang mirip dengan plasma. Konsentrasi albumin fisiologis (40-50 g/L dalam plasma) merupakan 60-80% tekanan koloid osmotik plasma normal (26-28 mmHg).

PENURUNAN KONSENTRASI ALBUMIN PADA KEADAAN PATOLOGIS

PENURUNAN KONSENTRASI ALBUMIN PADA KEADAAN PATOLOGIS   Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar albumin serum adalah seperti berikut ini: Penurunan sintesa, yaitu pada gangguan/penyakit hati. Peningkatan katabolisme. Kehilangan albumin, misalnya pada sindroma nefrotik, luka bakar, perdarahan dan kehilangan melalui saluran gastro-intestinal (enteropati, malabsorbsi). Redistribusi, akibat hemodilusi, peningkatan permeabilitas kapiler, penurunan klirens limfe. Pada keadaan normal terdapat Continue Reading