FISIOLOGI ALBUMIN

Senin, Maret 25th 2013. | Albumin

ALBUMIN 

 fisiologi albumin

Fisiologi albumin

Albumin merupakan polipeptida tunggal terdiri dari 585 asam amino, dengan berat molekul 66.248- 69.000 dalton. Albumin sangat mudah larut dalam air dan bermuatan negatif sangat kuat pada pH 6,4-7,4. Muatan elektrik inilah yang menyebabkan albumin dapat bergerak cepat pada proses plasmaferesis untuk mengeluarkan zat yang menempel pada albumin.
Albumin, globulin dan fibrinogen merupakan protein utama intravaskuler dengan konsentrasi plasma mencapai 4 gr/dl, 2,5 gr/dl dan 0,3 gr/dl. Protein-protein plasma, albumin dan globulin menentukan tinggi tekanan osmotik koloid plasma (disebut juga tekanan onkotik).
Pada sistem vaskuler normal, albumin disebarkan ke seluruh tubuh. 1/3 bagian ditemukan dalam pembuluh darah, 1/3 bagian dalam jaringan tubuh dan 1/3 bagian lagi berada di kulit.

Sebagai protein utama dalam plasma manusia, albumin merupakan 50-60% bagian total protein dan berperan dalam 70-80% tekanan onkotik koloid normal.
Pergerakan albumin dari intravaskuler ke jaringan (disebut laju keluar transkapiler) yaitu sekitar 5% albumin darah per jam menyebabkan terjadinya keseimbangan antara darah dan jaringan. Pada beberapa keadaan patologis akut (pasca bedah dan gagal jantung kongestif) laju keluar albumin transkapiler meningkat.

Produksi albumin

Albumin diproduksi di hati dengan kecepatan 9-12 gram/hari (130-200 mg/kg/hari). Kondisi katabolik akan meningkatkan penghancuran albumin menyebabkan hipoalbuminemia yang dipacu oleh stres. Stres dan kerusakan akibat trauma akut akan menurunkan sintesa albumin sekaligus memacu diproduksinya protein reaktan fase akut (globulin, fibrinogen dan haptoglobulin).
Kadar albumin darah sangat dipengaruhi oleh status hidrasi tubuh. Kadar albumin akan rendah pada penderita dehidrasi dan kembali normal bila dehidrasi terkoreksi.

 Fungsi albumin

Beberapa fungsi penting albumin yaitu:

a.       Alat pengikat dan transport
Salah satu yang membedakan albumin dengan koloid dan kristaloid adalah kemampuan mengikat. Albumin berfungsi penting sebagai pengikat asam, basa dan netral juga berfungsi penting sebagai transport lemak dan zat yang larut dalam lemak. Albumin juga berikatan secara kompetitif dengan berbagai macam obat diantaranya yaitu: digoksin, warfarin, NSAIDs, midazolam, dan lain-lain. Karena kebanyakan zat yang berikatan dengan albumin dalam bentuk inaktif maka albumin secara tidak langsung menjadi pengontrol aktivitas biologis zat tersebut, sehingga fluktuatif kadar albumin akan mempengaruhi efek biologis zat tersebut.

b.      Memelihara tekanan osmotik koloid plasma

fisiologis albumin
Albumin bertanggungjawab untuk memelihara 75%-80% tekanan onkotik plasma. Penurunan albumin plasma akan menurunkan 66% tekanan onkotik koloid. Dalam hal ini gradien tekanan osmotik koloid lebih berperan penting daripada kadar absolutnya dalam plasma. Hal ini akan membedakan hipoalbuminemia akibat kebocoran plasma dan hipoalbuminemia akibat defisiensi albumin 
dalam tubuh.
c.       Penghancur radikal bebas
Albumin merupakan sumber utama golongan sulfidril yang berfungsi menghancurkan radikal bebas (jenis nitrogen dan oksigen). Pada sepsis, albumin berperan penting sebagai penghancur radikal bebas.
d.      Efek antikoagulan
Mekanisme efek antikoagulan dan anti trombotik dari albumin belum banyak diketahui. Kemungkinan hal ini terjadi karena ikatannya dengan radikal nitric-oxyde menyebabkan memanjangnya anti-agregasi trombosit
           
Referensi :
·   Soemantri.Ag, Setiati E.T, 2009, Manifestasi Klinis Kegawatan Anak, Jilid 2, Penerbit Pelita Insani, Semarang.



tags: , ,