GANGGUAN KESEIMBANGAN FOSFOR & MAGNESIUM

Rabu, Maret 13th 2013. | Cairan dan Elektrolit
Gangguan Keseimbangan Fosfor & Magnesium
FOSFOR
Fosfor adalah anion utama pada CES. Fosfor adalah senyawa penting dari semua jaringan tubuh, untuk pembentukan substansi penyimpanan energi (ATP/ adenosisn trifosfat); pembentukan sel darah merah 2,3 difosfogliserat (DPG); pemeliharaan keseimbangan asam basa.
 
sumber fosfor dan magnesium
 
a.              Hipofosfatemia
Kadar fosfat serum : < 2,5 mg/dl (1,7 mEq/L).
Tanda dan gejala: kacu mental, nyeri dada karena oksigenasi miokard buruk, kejang, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, kesemutan jari, koma, penurunan memori, letargi, nyeri tulang.
Penatalaksanaan kolaboratif :
                 Identifikasi dan eliminasi penyebab: hindari penggunaan antasida ikatan fosfor (aluminium, manesium atau jel kalsium atau antasida).
                 Suplementasi fosfor
Peningkatan makanan kaya fosfor (jeroan, telur, produk susu, kacan-kacangan).
b.             Hiperfosfatemia
Kadar fosfat serum: > 4,5 mg/dl (2,6 mEq/L)
Tanda dan gejala: anoreksia, mual, muntah, kelemahan otot, tetani, takikardi.
Penatalaksanaan kolaboratif :
                 Penggunaan aluminium, magnesium atau jel atau antasida kalsium.
                 Diet rendah fosfor
MAGNESIUM
 
keseimbangan fosfor dan magnesium
 
Magnesium merupakan kation tubuh keempat terbanyak. Sekitar 50-60% terletak di tulang dan 1% di CES, sisa magnesium ada dalam sel (CIS), jadi merupakan kation intraseluler terbanyak kedua setelah kalium. Secara khusus magnesium mengaktivasi enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat dan protein. Mencetuskan pompa natrium-kalium, sehingga mempengaruhi kadar kalium intrasel. Magnesium penting dalam transmisi dalam sistem saraf pusat (SSP) dan fungsi miokard.
 
 
 
 
a.              Hipomagnesia
Kadar serum: < 1,5mEq/L.
Tanda dan gejala: apatis, kram kali, insomnia, perubahan alam perasaan, halusinasi, kacau mental,
anoreksia, mual,muntah, parestesia.
Penatalaksanaan kolaboratif:
                 Identifikasi dan eliminasi penyebab.
                 Pemberian magnesium sulfat (MgSO4) IV atau IM untuk hipomagnesia berat atau simtomatik
                 Magnesium oral : antasida mengandung magnesium.
                 Peningkatan diet tinggi magneisum (sayuran hijau, tepung kedelai, jeruk, susu).
b.             Hipermagnesia
Kadar serum: >2,5 mEq/L.
Tanda dan gejala: mual, muntah, wajah kemerahan, diaforesis, sensasi panas, perubahan fungsi mental, mengantuk, paralisis otot, hipotensi, bradikardi, penurunan refleks tendon profundus, koma. Paralisis otot pernafasan dapat terjadi pada kadar > 10 mEq/L.
Penatalaksanaan kolaboratif:
                 Menghilangkan penyebab: penghentian menghindari obat-obat yang mengandung magnesium atau suplemen magnesium.
                 Diuretik dan larutan natrium klorida 0,45%. Untuk meningkatkan ekskresi magnesium.
                 Kalsium glukonat IV, 10 ml larutan 10%. Untuk diagnosis efek neuromuskuler dari magnesium pada pasien dengan potensial hipermagnesia letal.
                 Dialisis untuk pasien pada penurunan fungsi ginjal berat.
tags: