GANGGUAN KESEIMBANGAN KALSIUM

Selasa, Maret 12th 2013. | Cairan dan Elektrolit
Gangguan Keseimbangan Kalsium
Kalsium mempunyai fungsi intraseluler yang penting termasuk pembentukan potensial aksi jantung dan konstraksi otot. Kurang dari 1% kalisum dikandung dalam CES, konsentrasi ini diatur oleh hormon paratiroid dan kalsitonin. Hormon paratiroid dilepaskan oleh kelenjar paratiroid sebagai respon terhadap kadar kalsium serum yang rendah. Dan ini meningkatkan resorpsi tulang (gerakan kalsium dan fosfor keluar dari tulang), mengaktivasi vitamin D, meningkatkan absobsi kalisum dari saluran GI, merangsang ginjal untuk menyimpan kalisum dan mengekskresikan fosfor.

Kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid bila kadar kalsium serum meningkat dan ini menghambat resorpsi tulang. Kalsium ada dalam 3 bentuk : kalsium bebas atau terionisasi, kalsium yang berikatan dengan protein (albumin), kalsium yang diikat dengan anion non-protein (fosfat, sitrat dan karbonat). Hanya kalisum yang terionisasi yang penting secara fisiologis.

a.    Hipokalsemia

Kadar kalsium serum total: <8,5 mg/dl/
Penyebabnya reduksi kalsium total tubuh atau reduksi kalsium yang terionisasi. Peningkatan kadar fosfor dan penurunan kadar magnesium dapat menyebabkan hipokalsemia. Kalsium dan fosfor mempunyai hubungan yang resiprokal, salah satu meningkat dan yang lain cenderung menurun. Hipomagnesia dapat menyebabkan hipokalsemia karena penurunan kerja hormon paratiroid.
Tanda dan gejala: kebas dengan kesemutan jari dan region sirkumoral, refleks hiperaktif, kram otot, tetani, kejang, letargi. Pada hipokalsemia kronis terjadi fraktur karena porositas tulang.

 

Penatalaksanaan kolaboratif:
       Pengobatan penyebab dasar
       Penggantian kalsium: denga kalsium peroral atau IV. tetani pada dewasa: 10-20 ml dari 10% kalsium glukonat IV atau drip kontinu 100 ml dari 10% kalsium glukonat dalam 1000 D5W, diinfuskan lebih dari 4 jam.
       Terapi vitamin D: dihidrotakisterol, kalsitrol. Untuk meningkatkan absorbsi kalsium dari saluran GI.
       Antasida aluminium hidroksida. Untuk mengurangi kadar fosfor sebelum mengatasi hipokalsemia.
       Peningkatan diet tinggi kalsium: 1000-1500mg/hari pada dewasa.
b.    Hiperkalsemia
Kadar kalsium serum: >10,5 mg/dl
Penyebab: peningkatan kalsium serum total atau peningkatan persentase kalsium bebas dan terionisasi. Tanda dan gejala: letargi, kelemahan, anoreksia, mual, muntah, poliuria, gatal, nyeri tulang, fraktur, nyeri panggul, depresi, parestesis, stupor dan koma.
Riwayat dan faktor resiko:
       Peningkatan masukan kalsium
       Peningkatan absorbsi usus: pada takar lajak vitamin D atau A atau hiperparatiroidisme.
       Peningkatan pelepasan kalsium dari tulang. Terjadi pada hiperparatiroidisme, malignan, imobilisasi lama.
       Penurunan ekskresi urin : gagal ginjal, obat-obat tertentu (diuretik tazid)
       Peningkatan kalsium terionisasi (asidosis)
Penatalaksanaan kolaboratif:
       Pengobatan penyebab dasar. Contoh : kemoterapi pada keganasan.
       Salin normal IV. Pemberian dengan cepat akan meningkatkan ekskresi kalsium urin. Furosemid diberikan untuk mencegah kelebihan kalsium bebas dan peningkatan ekskresi kalsium.
       Diet rendah kalsium dan kortison. Untuk menurunkan absorbsi kalsium di usus. Steroid berkompetisi dengan vitamin D, maka dapat menurunkan absorbsi kalsium usus.
       Penurunan resorpsi tulang.peningkatan aktivitas fisik, indometasin atau mitramisin.
       Kalsitonin. Menurunkan resorpsi tulang, peningkatan deposisi tulang terhadap kalsium dan fosfor dan peningkatan ekskresi kalisum dan fosfat urin.
       Hemodialisa. Digunakan bila hiperkalsemia dihubungkan dengan gagal ginjal.
 
Written by : Nur Yuliasih, S.Si.,Apt
tags: