GANGGUAN KESEIMBANGAN NATRIUM

Senin, Maret 11th 2013. | Cairan dan Elektrolit
GANGGUAN KESEIMBANGAN NATRIUM
 
gangguan keseimbangan natrium
A.           Hiponatremia
Natrium serum < 137 mEq/L
Tanda dan gejala: gejala neurologis biasanya tidak akan terjadi sampai kadar natrium serum turun sekitar 120 -125 mEq/L. Hiponatremia dengna penurunan volume CES, gejalanya peka rangsang, ketakutan, pusing, perubahan kepribadian, hipotensi postural, membran mukosa kering, kulit dingin dan basah, tremor, kejang, koma.
Hiponatremia dengna volume CES normal atau meningkat, gelajanya sakit kepala, malas, apatis, kelemahan, edema, peningkatan berat badan, peningkatan TD, kram otot, kejang, koma.
Riwayat dan faktor resiko:
·      Penurunan volume CES :
       Kehilangan melalui GI: diare, muntah.
       Kehilangan melalui ginjal: diuretika, penyakit ginjal yang mengeluarkan garam, insufisiensi adrenal.
·      Volume CES meningkat/normal:
       Produksi berlebihan dari hormonantidiuretika
       Status edema: gagal jantung kongestif, sirosis, sindrom nefrotik
       Pemberian cairan hipotonik IV berlebihan
       Gagal ginjal oliguria
       Polidipsia psikogenik utama.
Pada hiperlipidemia, hiperproteinemia dan hiperglikemia dapat menyebabkan pseudohiponatremia. Hiperlipidemia dan hiperproteinemia menurunkan persentase total plasma terhadap air. Rasio natrium/air dari plasma tidak berubah, tetapi kadar natrium plasma menurun karena terdapat penurunan pada air plasma. Pada hiperglikemia, kerja osmotik yang meningkatkan glukosa menyebabkan perpindahan air ke luar sel dan masuk ke CES, sehingga mengencerkan natrium yang ada. Pada setiap 100 mg/dl glukosa yang ditingkatkan, natrium diencerkan sampai 1,6 mEq/L.
Penatalaksanaan hiponatremia:
·      Hiponatremia dengan penurunan CES:
       Penggantian natrium & kekurangan cairan
       Penggantian kehilangan elektrolit lain (kalium, bikarbonat)
       IV salin hipertonik (bila natrium sangat rendah atau pasien sangat simtomatik).
·      Hiponatremia dengan pertambahan volume CES:
       Pembuangan atau tindakan pada penyebab dasar
       Furosemid (diuretik tiazid harus dihindari)
       Pembatasan air
       Hemofiltrasi
B.            Hipernatremia
Kadar natrium > 147 mEq/L. Terjadi pada kehilangan air atau penambahan natrium. Hipernatremia selalu menyebabkan hipertonisitas sehingga terjadi perpindahan air keluar dari sel, yang menimbulkan dehidrasi seluler.
Tanda & gejala: haus berat, kelelahan, gelisah, agitasi, koma.
Penatalaksanaan kolaborasi:
·      Penggantian air oral atau IV, untuk mengatasi kehilangan air. Bila natrium > 160 mEq/L, D5W IV atau salin hipotonik diberikan untuk menggantikan kekurangan air murni.
·      Diuretika dalam kombinasi dengan penggantian air IV atau oral.
Hipernatremia dikoreksi perlahan, lebih dari 2 hari, untuk menghindari terlalu besarnya perpindahan air ke dalam sel-sel otak, yang dapat menyebabkan edema serebral.
·      Desmopressin asetat : mengatasi diabetes insipidus
·      Penghilangan penyebab : obat-obatan seperti litium pada diabetes insipidus nefrogenik.
Referensi :
Horne.M.M, Swearingen.L.P, 2001, Keseimbangan Cairan, Elektrolit dan Asam Basa, Edisi-2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
written by Nur Yuliasih, S.Si.,Apt
tags: