GANGGUAN SIKLUS HAID AMENORHEA

Jumat, Maret 15th 2013. | Kesehatan Wanita

GANGGUAN SIKLUS HAID AMENORHEA

 
amenorrheaMasalah-masalah yang terkait dengan siklus menstruasi biasanya dialami pada wanita usia produktif. Dampak yang ditimbulkan akibat gangguan siklus menstruasi seperti: mengurangi kualitas hidup, berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksinya, potensi jangka panjang menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan seperti osteoporosis pada kasus amenorrhea dan penyakit kardiovaskular pada kasus ovarium polikistik (PCOS/ polycystic ovarian syndrome). 
Penggolongan Amenore:
Amenore dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu amenore primer dan amenore sekunder.
·      Amenorea primer terjadi bila seorang wanita pada usia 16 tahun belum mendapatkan menstruasi tetapi perkembangan organ seksual sekunder nya normal.
·      Amenorea sekunder terjadi bila seorang wanita  tidak mendapatkan menstruasi selama 3 siklus menstruasi atau selama 6 bulan pada wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi. Evaluasi awal amenore baik yang primer maupun sekunder sering sama terlepas dari kapan mulai terjadinya amenore, kecuali dalam situasi klinis yang tidak biasa.
Penyebab amenore:
Penyebab paling umum pada amenore adalah adanya kehamilan, maka perlu dilakukan tes kehamilan sebagai langkah awal dalam mengevaluasi gangguan tersebut. Untuk penegakan diagnosa dan pengobatan selanjutnya, maka perlu adanya evaluasi terhadap fungsi organ-organ yang terlibat dalam siklus menstruasi, yang meliputi uterus, ovarium, hipofisis anterior, dan hipotalamus.
Apabila tidak ada indikasi kehamilan maka ada 5 penyebab paling umum pada amenore sekunder, berdasarkan urutan prevalensinya adalah hypothalamic suppression (33%), chronic anovulation (28%), hyperprolactinemia (14%), ovarian failure (12%), and uterine disorders (7%).
Evaluasi/ test Amenore:
Beberapa test laboratorium yang perlu dilakukan pada penegakan diagnosa amenore adalah:
Laboratory Tests:
·      Pregnancy test
·      Thyroid-stimulating hormone
·      Prolactin
·     Pada kasus PCOS perlu evaluasi konsentrasi testosterone, 17-hydroxyprogesterone, kadar glukosa puasa dan konsentrasi lipid.
·      pada kasus premature ovarian failure, perlu evaluasi FSH, LH.
Test diagnostik lainnya:
·      Progesterone challenge
·      Pelvic ultrasound to evaluate for polycystic ovaries

Treatment amenore :

gangguan siklus haid
Dapat dilakukan secara non-farmakologi dan farmakologi treatment. Modalitas terapi untuk amenore digunakan untuk mengembalikan siklus normal menstruasi.
Tujuan pengobatan termasuk menjaga kekuatan tulang, mencegah keropos tulang, pemulihan ovulasi dan meningkatkan kesuburan. Pendekatan umum untuk keberhasilan terapi amenore tergantung pada identifikasi yang tepat dari penyebab dasar pada gangguan mentruasi.
Pada pasien amenore sekunder dengan hipoestrogen maka pemberian kalsium dan vitamin D penting untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan tulang.
a.    Terapi Non-farmakologi
Terapi non-farmakologi untuk amenore bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari. Pada wanita usia muda yang melakukan kegiatan olahraga berlebihan kemungkinan dapat menjadi penyebab dasar amenore, maka treatmentnya adalah pengurangan terhadap exercise yang berlebihan.
b.    Terapi Farmakologi
Amenore primer maupun sekunder dengan hipoestrogen maka perlu diberikan  estrogen (dengan progestin). Hal ini dapat diberikan dalam bentuk kontrasepsi oral (OC).
Tujuan terapi estrogen ada dua yaitu untuk mengurangi risiko osteoporosis dan meningkatkan kualitas hidup. Jika hiperprolaktinemia diidentifikasi sebagai penyebab amenore, penggunaan bromocriptine atau cabergoline, agonis dopamin, menghasilkan penurunan konsentrasi prolaktin dan kembalinya menstruasi.

gangguan siklus haid

 

Referensi :
Dipiro TJ, Talbert LR, Yee CG, Matzke RG, Wells GB, Posey ML, 2008, Pharmacotherapy: A Phatophysiologi Approach 7th ed, The Mc Graw-Hill Companies Inc.USA.

 

tags: ,