MENORRHAGIA

Share Button
MENORRHAGIA
 
menorrhagia
Menoragia adalah kondisi dimana perdarahan menstruasi lebih dari normal (>80ml) setiap siklusnya. Menoragia dapat disebabkan oleh gangguan sistemik dan abnormal uterus yang spesifik. Adanya kehamilan ektopik maupun abortus dapat menyebabkan perdarahan mens yang berat. Adapun gangguan fungsi tiroid (hipitiroid) juga dapat terkait dengan perdarahan mens yang berat. Pada wanita dewasa usia subur dengan anatomi rahim yang spesifik juga dapat menyebabkan kondisi menoragia termasuk fibroid, adenomyosis, endometrial polyps dan faktor keganasan.
menorrhagia dan terapinya
Pendekatan Umum Dalam Terapi Menoragia
Ada beberapa pilihan pengobatan untuk kasus menoragia, pilihan pengobatan tersebut dipertimbangkan dalam upaya menghidari intervensi pembedahan.
 
Terapi non-farmakologi
Intervensi non-farmakologi untuk menoragia adalah melalui pembedahan, biasanya direkomendasikan untuk pasien yang tidak respon terhadap terapi farmakologi. Intervensi pembedahan ini bervariasi dari ablasi endometrial konservatif sampai histerektomi. 
 
Terapi farmakologi
Ada beberapa jenis obat yang digunakan untuk terapi menoragia, seperti golongan NSAIDs (Non-Steroid Antiinflamasi Drugs). Penggunaan NSAIDs dapat menurunkan 20%-50% perdarahan menstruasi pada 75% wanita yang diterapi dengan obat tersebut. Pada wanita yang berkeinginan untuk menunda kehamilan maka penggunaan obat oral kontrasepsi bermanfaat juga untuk terapi menoragia. Pada suatu study, terdapat penurunan 43%-53% perdarahan pada 68% pasien dengan menoragia yang mendapatkan terapi dengan kontrasepsi oral yang mengandung ≥ 35 mcg Estradiol.
Penggunaan terapi dengan Levonogestrel- releasing Intra Uterine Device (IUD) dapat diberikan pada kasus menoragia. Terapi tersebut sangat efektif untuk mengurangi aliran darah menstruasi hingga 90%. Khususnya, penurunan perdarahan menstruasi sebanyak 86% diamati setelah 3 bulan terapi dengan Levonogestrel-releasing IUD serta sebanyak 97% setelah diterapi selama 12 bulan.
Beberapa kasus menoragia dapat juga di intervensi dengan progesteron yang diberikan selama fase luteal dalam satu siklus menstruasi atau selama 21 hari, dimulai pada hari ke 5 setelah onset menstruasi. Terapi tersebut akan menurunkan sebanyak 32%-50% perdarahan menstruasi.
Berikut adalah Algoritma Terapi pada kasus menoragia:
menorrhagia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Referensi :
Dipiro TJ, Talbert LR, Yee CG, Matzke RG, Wells GB, Posey ML, 2008, Pharmacotherapy: A Phatophysiologi Approach 7th ed, The Mc Graw-Hill Companies Inc.USA.
Share Button
Komentar Anda
DeadLine says:

In Indonesia is there a case for the treatment of Menorrhagia

Post Navigation