PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS

Rabu, Maret 27th 2013. | Albumin

PEMAKAIAN ALBUMIN PADA BERBAGAI KONDISI KLINIS

pemakaian human albumin pada kondisi klinisHuman albumin/ albumin serum manusia tersedia dalam bentuk infus intravena 5% dan 25%. Yang paling sering dipakai adalah larutan albumin 5% dengan tekanan osmotik koloid yang mirip dengan plasma. Konsentrasi albumin fisiologis (40-50 g/L dalam plasma) merupakan 60-80% tekanan koloid osmotik plasma normal (26-28 mmHg).

Pemakaian albumin 25 gram akan menarik 350 cc cairan interstitial, menghasilkan volume intravaskular sekitar 450 cc selama 30-60 menit. Hal inilah yang dipakai pada pasien edematosus atau pasien dengan kondisi dimana harus dilakukan eliminasi natrium.
Albumin dipakai sebagai larutan koloid pada keadaan hipovolemi dan hipoalbuminemi karena fungsinya sebagai volume replacement. Dengan sifat volumiknya yaitu menyebabkan retensi cairan di ruang intravaskular, memelihara cardiac output dan mempertahankan tekanan onkotik koloid plasma.
Pada penderita penyakit akut maupun kronik, konsentrasi serum albumin mempunyai hubungan terbalik dengan resiko kematian. Indikasi larutan human albumin adalah sebagai terapi pengelolaan kegawatan (emergency treatment) pada syok dan kondisi lainnya dimana restaasi volume darah sangat diperlukan, pada luka bakar dan pada kegawatan akibat hipoalbuminemia.
Beberapa kondisi dimana albumin diperlukan yaitu:
1.        Syok karena perdarahan
2.        Syok distributif / non-hemorrhagic shock
3.        Reseksi hepar
4.        Thermal injury
5.        Tekanan perfusi serebral (CPP)
6.        Intervensi nutrisi
7.        Bedah jantung
8.        Hiperbillirubinemia of the newborn
9.        Sirosis dan parasintesis
10.    Sindroma nefrotik
11.    Transplantasi ginjal dan hati
12.    Plasmapheresis
Referensi :
Soemantri.Ag, Setiati E.T, 2009, Manifestasi Klinis Kegawatan Anak, Jilid 2, Penerbit Pelita Insani, Semarang.
tags: ,