Diabetes Melitus Dan Penanganannya

Kamis, April 2nd 2015. | Diabetes melitus

Diabetes Melitus Dan Penanganannya

Diabetes melitus atau diabetes merupakan penyakit yang sedang tren dikalangan masyarakat Indonesia yaitu suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau hormon pengatur gula darah atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik yang mengakibatkan gula darah dalam tubuh menjadi tinggi (diatas normal) saat dicek kadar gulanya.

diabetes dan penanganannya

Secara garis besar Diabetes bisa digolongkan menjadi 2 tipe yaitu:

Diabetes tipe 1
Diabetes tipe ini biasanya karena faktor kelainan bawaan pada tubuh si penderita yaitu karena memang tubuh orang yang terkena diabetes tipe 1 memang benar-benar tidak ditemukan hormon insulin karena memang tubuhnya tidak bisa memproduksi sendiri. Bagi penderita diabetes tipe 1 agar kadar gula dalam tubuhnya bisa diatur maka harus dilakukan tindakan dari luar yaitu menyuntikkan hormon insulin. Penderita diabetes tipe 1 ini bisa dari anak-anak, remaja maupun orang tua.

Diabetes tipe 2
Merupakan penyakit dengan kasus terbanyak dan sangat erat hubungannya dengan faktor genetika atau faktor keturunan, kegemukan,dll. Penderita diabetes tipe 2 ini dari tubuhnya sebenarnya sudah memproduksi hormon insulin akan tetapi tidak mencukupi atau hormon insulin yang terbentuk mencukupi tapi tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).

Secara umum ciri-ciri penderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :

  • Haus dan banyak minum
  • Lapar dan banyak makan
  • Sering kencing
  • Berat badan menurun
  • Mata kabur
  • Luka lama sembuh
  • Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
  • Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
  • Badan terasa lemah
  • Mudah mengantuk

Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.

Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.

Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl

Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes.

Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.

Pre Diabetes

Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.
Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.

Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl

Penanganan Diabetes dan Komplikasinya

Berikut langkah-langakah penanganan Diabetes

  1. Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga.
  2. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, kadang diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.
  3. Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
  4. Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.
  5. Penderita juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.
  6. Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).
  7. Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat terjadi gangguan ereksi.
  8. Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% atau lebih.

Target Nilai Gula Darah dan Penyembuhan

Target dari nilai gula darah yang harus dicapai pada tiap pasien itu berbeda-beda, akan tetapi secara umum target yang harus dicapai adalah :

  • Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl
  • Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl
  • Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl
  • Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7%

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.

Sumber berita : klinikdiabetesnusantara.com

tags: