DISMENORE DAN PENGOBATANNYA

Selasa, Juni 2nd 2015. | Kesehatan Wanita

Dismenore dan Pengobatannya

Dismenore atau secara lazim orang menyebutnya nyeri haid merupakan hal biasa dialami wanita, akan tetapi yang membedakan adalah apakah dismenore itu mengganggu aktifitasnya atau tidak. Ada beberapa wanita yang mengalami nyeri ringan tetapi ada pula yang mengalami yang berat, bahkan beberapa wanita sampai pingsan karena tidak kuat menahannya.

dismenore dan pengobatanYang paling sering menyebabkan dimenore adalah karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi. Pada saat menjelang haid tubuh wanita menghasilkan suatu zat yang disebut prostaglandin. Zat tersebut mempunyai fungsi yang salah satunya adalah membuat dinding rahim berkontraksi dan pembuluh darah sekitarnya terjepit (konstriksi) yang menimbulkan iskemi jaringan. Intensitas kontraksi ini berbeda-beda tiap individu dan bila berlebihan akan menimbulkan nyeri saat haid. Selain itu prostaglandin juga merangsang saraf nyeri di rahim sehingga menambah intensitas nyeri. Prostaglandin juga bekerja di seluruh tubuh, hal ini menjelaskan mengapa ada gejala-gejala yang menyertai nyeri saat haid.

Hal lain yang menyebabkan dismenore yaitu karena suatu proses penyakit (misalnya radang panggul), endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus, selaput dara atau vagina tidak berlubang, dan stres atau kecemasan yang berlebihan.

Penggolongan dismenore ada dua jenis yaitu :

1. Dismenore primer
Biasanya nyeri haid ini timbul sejak haid hari pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah atau melahirkan.
Nyeri haid primer ini adalah sesuatu hal yang normal, namun dapat berlebihan apabila dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis seperti stress, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, kondisi tubuh yang menurun, atau pengaruh hormon prostaglandine. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Nyeri haid ini tidak berhubungan dengan kelainan patologis yang berasal dari panggul dan organ di dalamnya. Nyeri ini dapat terjadi 2-3 tahun setelah Haid pertama dan mencapai puncaknya saat wanita mencapai usia 15-25 tahun. Kemudian nyeri akan menurun intensitasnya seiring dengan pertambahan usia dan menghilang saat wanita melahirkan secara alami. Nyeri ini dapat bersifat hilang timbul atau menetap.
Penyebab lain adalah terdapat gumpalan darah pada rahim, banyak berfikir, terlalu takut, terlalu sdih terlalu marah dan sering mengkonsumsi makana yang terlalu dingin di saat haid.

Gejala dari datangnya haid yang dapat berlangsung ketika haid itu datang di hari pertama, adalah

  • Rasa kejang dan nyeri pada perut bagian bawah pada saat permulaan periode haid atau haid hari pertama.
  • Nyeri semakin hebat pada saat perut bawah ditekan
  • Rada nyeri yang menjalar ke punggung, pinggang dan kedua paha
  • Nyeri berkurang sedikit demi sedikit setelah haid ke sekian hari.
  • Cairan darah haid yang keluar berupa gumpalan gelap kehitaman

2. Dismenore sekunder
Nyeri haid ini biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Penyebabnya adalah kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, atau bisa karena kelainan kedudukan rahim yang menetap,.
Ada juga yang disebut dengan endometriosis, yaitu kelainan letak lapisan dinding rahim yang menyebar keluar rahim, sehingga apabila menjelang menstruasi, pada saat lapisan dinding rahim menebal, akan dirasakan sakit yang luar biasa. Selain itu, endometriosis ini juga bisa mengganggu kesuburan.

Yang menjadi pertimbangan seorang wanita perlu berkonsultasi ke dokter terkait dengan nyeri haid yang dialaminya:

  1. Timbul rasa nyeri hebat, apalagi kalau rasa nyeri tersebut semakin lama semakin hebat.
  2. Jika darah menstruasi yang keluar sangat berlebihan, dan dalam jangka waktu yang lama.
  3. Muncul noktah darah (spotting) antara dua daur menstruasi atau warna darah tidak seperti biasanya, misalnya lebih kecoklatan atau malah merah segar.

Mengatasi Dismenore dengan cara alami

Ada beberapa cara mengatasi dismenore atau nyeri haid secara alami antara lain:

  1. Lakukan olahraga ringan secara teratur dan hindari olah raga berat akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. Hal ini akan bermanfaat untuk jangka panjang, selain menyehatkan badan juga dapat meringankan penderitaan akibat sakit haid tersebut.
  2. Hindari konsumsi alkohol, kopi, dan juga coklat karena dapat meningkatkan kadar estrogen yang nantinya dapat memicu lepasnya prostaglandin.
  3. Konsumsi vitamin E, vitamin B6, atau minyak ikan. Konsumsi sayuran dan buah-buahan serta makanan rendah lemak.
  4. Gosok perut bagian bawah secara perlahan dengan tangan hingga perut merasakan hangat. Lakukan sambil berbaring.
  5. Berendam di air hangat atau mandi dengan air hangat (boleh dengan aromaterapi untuk relaksasi)
  6. Kompres perut dengan menggunakan air hangat

Pengobatan Dismenore

Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk mengetahui kategori dismenore anda. Minum obat analgetik atau obat penghilang rasa sakit yang banyak dijual di apotek terutama yang mengandung antara lain asam mefenamat, ibuprofen, diclofenac sodium atau naproxenen dalam komposisi obat, asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari. Apabila penggunaan obat-obatan analgesik tidak berhasil maka dapat dilakukan terapi hormonal sesuai ajuran dokter.
Cara mengobati sakit haid dengan alami adalah :
Bahan : kunyit 3 ons, kapulaga 3 ons, ketumbar 3 ons, biji pala 3 ons, buah cengkeh 3 ons, jinten hitam 3 ons, daun srigading 2 ons, gula jawa 3 ons, gula pasir 3 ons, dan air 250 cc
Cara membuat : kupas dan cuci setelah itu potong semua bahan seperluna saja, lalu rebus menggunakan 250 cc air sampai mendidih. Dan dinginkan dan saringlah ramuan tadi. Minum ramuan 5-6 kali sebelum siklus haid datang.
Demikian pencegahan dan pengobatan dismenore semoga bermanfaat untuk kita semua.

 

Sumber berita:

meetdoctor.com, tanyadok.com, nyerihaid.com

tags: ,