Pengobatan Dan Perawatan Borok Akibat Diabetes

Rabu, Juli 13th 2016. | Diabetes melitus

Pengobatan Dan Perawatan Borok Akibat Diabetes

penanganan luka borok diabetesSetelah kita mengetahui tentang jenis-jenis diabetes dan ciri-ciri orang yang terkena diabetes, kali ini kami akan sedikit menuliskan mengenai pengobatan dan perawatan borok (ulkus) akibat diabetes.
Mengapa kami sebut borok dan bukan luka, karena kebanyakan penderita diabetes kurang mengetahui manajemen perawatan luka sehingga sering menjadi borok. Bila seorang penderita diabetes tergores atau jatuh sering mengakibatkan luka yang dalam beberapa hari saja bisa menyebabkan terjadinya borok.

Karena itu sebagai anggota keluarga penderita diabetes harus mengetahui juga mengenai pantangan dan larangan untuk penderita agar terhindar dari hal-hal yang bisa mengakibatkan luka, karena kulit dan daging penderita sangat sensitif mudah sekali terluka.

Apabila sudah terlanjur luka pada penderita maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, serta harus menjaga pola makan yang benar (bukan diet gula ketat yang selama ini banyak penderita diabetes lakukan) untuk ini silahkan konsultasikan dengan ahli gizi pada pelayanan kesehatan yang terdekat.

Secar umum sebenarnya luka borok atau ulkus diabetes pada penderita diabetes awalnya hanyalah sebuah luka ringan yang normalnya bisa sembuh dalam beberapa waktu. Namun, karena pada pengidap diabetes mengalami kelainan, maka luka tersebut menjadi susah kering dan justru malah bertambah parah dan menjadi luka borok.
Penyebabnya adalah karena pada penderita diabetes terdapat kadar gula yang tinggi dalam darah, hal itu menyebabkan perkembangan bakteri anaerob (bakteri jahat) semakin banyak dan jumlahnya pun melebihi jumlah bakteri aerob (bakteri baik), akibatnya terjadi infeksi pada luka tersebut, sehingga luka menjadi sulit sembuh
dan terus berkembang dan bertambah parah hingga menjadi luka borok. Oleh karena itu, luka diabetes ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Selain akibat kadar gula yang tinggi dalam darah, luka gangren diabetes juga disebabkan oleh gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin. Kedua faktor yang juga merupakan penyebab diabetes melitus tersebut memicu peningkatan kadar gula darah yang cukup drastis.
Akibatnya, kadar gula yang tinggi dalam darah tersebut membuat pembuluh darah mengalami penyumbatan. Dan ketika pembuluh darah tersumbat, maka secara otomatis tekanan darah pun akan meningkat.

Lalu ketika tekanan darah meningkat, beberapa organ vital seperti jantung, ginjal dan juga saraf mengalami masalah.
Salah satunya adalah mengalami gangguan saraf tepi yang menyebabkan penderita menjadi sering merasa kesemutan sampai mati rasa. Dan ketika sudah sampai pada kondisi seperti ini, maka jika sampai terjadi luka, penderita tidak akan menyadarinya. Luka yang awalnya ringan pun menjadi borok yang tidak kunjung sembuh, karena terlambat ditangani disebabkan ketidaksadaran akan luka tersebut.

Pengobatan dan penanganan luka diabetes dilakukan agar luka bisa cepat sembuh dan tidak menjadi borok yang berbau busuk.
Ini bisa dilakukan di sarana kesehatan dengan tenaga kesehatan yang berkompeten, tentunya dengan pengeluaran biaya tertentu atau bisa dilakukan sendiri di rumah sendiri untuk bisa menghemat pengeluaran biaya.

Untuk pengobatan dan penanganan luka/borok di rumah bisa dilakukan sendiri dengan menyiapkan beberapa peralatan antara lain: cairan antiseptik dan desinfektan seperti alkohol dan povidone iodine, sarung tangan, kasa dan kapas, dll.

Cara penanganan luka/borok penderita diabetes yang bisa dilakukan di rumah adalah sbb:

1. Mengontrol luka
Di dalam luka diabetes tentu saja terdapat dua jenis yaitu luka basah dan juga luka kering, di dalam penanganannya sendiri juga berbeda. Jika luka basah, maka sebaiknya dibalut dengan perban agar nantinya tidak terkena debu dan juga air agar bisa lebih cepat kering dan tidak menimbulkan infeksi. Namun jika luka diabetes tersebut basah, maka bisa sedikit diangin – anginkan sebentar agar terkena angin dan segera sembuh.
Mengontrol luka kaki diabetes memang sangat penting agar luka tersebut bisa dipantau setiap saat agar nantinya juga tidak menimbulkan infeksi baru dan tidak semakin lebar serta menyebar ke jaringan yang lainnya.

2. Menghentikan pendarahan.
Jika luka kaki diabetes melitus tersebut basah dan juga mengalami pendarahan, maka ada baiknya jika anda menghentikan pendarahan tersebut dengan cara menekan luka yang menimbulkan darah tersebut dengan kain kasa steril sampai pendarahan tersebut berhenti.

3. Menggunakan antiseptik.
Penggunaan antiseptik ini akan membantu anda untuk membersihkan luka diabetes tersebut, karena di dalam luka kaki diabetes tersebut bisa terdapat virus dan bakteri yang bisa menginfeksi jaringan lain. Dengan penggunaan antiseptik nantinya akan bisa mencegah dan menghambat kuman serta virus dan bakteri berkembang dan menyebar ke jaringan yang lainnya.

4. Membalut luka.
Jika luka kaki diabetes tersebut basah dan juga bernanah, maka harus sering dibersihkan agar nantinya bisa selalu bersih dan tidak terjadi penyebaran infeksi dari kuman dan bakteri. Bersihkan setiap hari dengan rivanol dengan menggunakan kain kasa steril jangan menggunakan kapas. Selain itu taburkan bubuk norit yang halus ke dalam luka tersebut kemudian balut lagi dengan kain kasa dan juga perban agar tertutup dan tidak terkena debu.
Yang perlu diperhatikan adalah lakukan hal tersebut dengan rutin dan juga diperiksa setiap hari, jangan lupa gunakan sarung tangan demi menjaga kebersihan.

tags: , ,