DOSIS GLIBENKLAMID

Jumat, September 9th 2016. | Anti diabetika, Diabetes melitus

Dosis Glibenklamid

Glibenklamid merupakan obat favorit yang ada di pelayan kesehatan pertama yang sering diresepkan pada pasien dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 (silahkan baca lagi jenis-jenis diabetes) untuk mengendalikan kadar gula darah/glukosa yang tinggi. Pada diabetes tipe 2 tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menyimpan gula berlebih yang ada di aliran darah.

dosis glibenklamid

Komposisi
Tiap tablet mengandung 5 mg glibenklamid.

Cara kerja obat
Glibenklamid adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja aktif menurunkan kadar gula darah. Glibenklamid bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamid hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. Pada penggunaan per oral glibenklamid diabsorpsi sebagian secara cepat dan tersebar ke seluruh cairan ekstrasel, sebagian besar terikat dengan protein plasma. Pemberian glibenklamid dosis tunggal akan menurunkan kadar gula darah dalam 3 jam dan kadar ini dapat bertahan selama 15 jam. Glibenklamid dieksresikan bersama feses dan sebagai metabolit bersama urin.

Indikasi
Diabetes melitus pada orang dewasa, tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet saja.

Dosis
Dosis umum pemakaian glibenklamid adalah 2,5 mg hingga 5 mg dalam satu hari. Dosis akan direvisi atau bisa diubah sesuai dengan respon tubuh terhadap obat. Resep dari dokter jarang melebihi 15 mg per harinya.

Efek samping
Kadang – kadang terjadi gangguan saluran cerna seperti ; mual, muntah dan nyeri epigastrik.
Sakit kepala, demam, reaksi alergi pada kulit.

Kontraindikasi
1. Glibenklamid tidak boleh diberikan pada diabetes melitus juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat dan wanita hamil.
2. Gangguan fungsi hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal.
3. Ibu menyusui
4. Diabetes melitus dan komplikasi (demam, trauma, gangren).
5. Pasien yang mengalami operasi.

Interaksi obat
Efek hipoglikemia ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarina, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamida.
Efek hipoglikemia diturunkan oleh adrenalin, kortikosteroid, tiazida.

Peringatan

  • Hindari pemakaian bagi wanita hamil atau dalam merencanakan kehamilan, wanita menyusui.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, gangguan ginjal, porfiria, penyakit tiroid, gangguan sistem saraf dan penyakit defisiensi G6DP (Glucose 6-Phosphate Dehydrogenase) dalam mengonsumsi obat ini.
  • Konsumsi obat ini dengan atau langsung setelah makanan pertama Anda, biasanya makan pagi.
  • Selama mengonsumsi obat ini, ikuti anjuran-anjuran dan nasihat dokter mengenai pola makan dan rutinitas berolahraga.
  • Kenali gejala-gejala hipoglikemia karena kadar gula rendah merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Saran-saran bila Anda mengkonsumsi glibenklamid

  • Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dengan teliti dalam mengonsumsi glibenklamid dan saran tentang menu makanan serta pola olahraga. Sangat penting untuk mengikuti saran yang diberikan pada Anda.
  • Obat ini dikonsumsi bersamaan atau segera setelah sarapan atau makan dengan porsi besar pertama. Bagi yang mengonsumsi obat ini dengan dosis tinggi, disarankan untuk membaginya menjadi dua dosis sehari.
  • Apabila Anda merasa sangat haus, sering buang air kecil, atau merasa sangat kelelahan, itu adalah tanda-tanda kadar gula dalam darah sangat tinggi. Kondisi tersebut harus segera diperiksakan ke dokter.
  • Pastikan juga untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala kadar gula darah rendah, misalnya merasa gemetaran, gelisah, berkeringat, pucat, merasa lapar, denyut jantung cepat, dan pusing. Obat ini bisa menyebabkan gula darah rendah, terlebih jika Anda mengonsumsi minuman keras. Jika ini terjadi, segera konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Tanyakan kepada dokter juga cara mengatasi kadar gula rendah.
  • Selalu periksa kadar gula darah secara teratur. Hal ini dilakukan untuk memeriksa perkembangan kondisi Anda dan juga penanganan diabetes yang sedang berjalan.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi glibenklamid, disarankan untuk mengonsumsinya pada jam makan berikutnya. Jangan menggandakan dosis glibenclamide dalam sehari untuk mengganti dosis yang terlewat. Jika terlewat hingga hari berikutnya, biarkan dosis tersebut terlewat.

 

Sumber

Alodokter.com

Ahli-farmasi.blogspot.co.id

tags: ,