OBAT DALAM BENTUK SUSPENSI

Sabtu, September 10th 2016. | Cairan dan Elektrolit, Ilmu Farmasi

Obat Dalam Bentuk Suspensi

Tentunya kita yang pernah menimba ilmu kefarmasian tidak awam atau sudah terbiasa mengenai obat dalam bentuk suspensi. Nah bagaimana dengan Anda yang belum mengetahuinya? Biasanya kita hanya mengetahui obat oral hanya dalam bentuk tablet, kapsul atau sirup.

contoh suspensi oralUmumnya yang cair ya kita sebut sirup, padahal sirup itu bermacam-macam bentuknya yaitu ada suspensi, emulsi dan sebagainya. Nah disini kami akan sedikit membahas mengenai suspensi.

Apakah suspensi itu?

Dalam ilmu kimia suspensi adalah heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam zat cair tersebut. Partikel padat dalam sistem suspensi umumnya lebih besar dari 1 mikrometer sehingga cukup besar untuk memungkinkan terjadinya sedimentasi/ pengendapan.
Dengan kata lain, suspensi merupakan campuran yang masih dapat dibedakan antara pelarut (pendispersi) dan zat yang dilarutkan (terdispersi).

Sebagai contoh gampang misalnya tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat sehingga seperti larutan putih tetapi apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat maka campuran tersebut akan mengendap (memisah antara tepung berasnya dan air) ke bawah.

Ciri-ciri suspensi adalah sebagai berikut:

  • Suspensi mempunyai ukuran partikel lebih dari 10 pangkat -5 cm.
  • Suspensi dapat dilihat dengan mikroskop.
  • Suspensi dapat disaring dengan kertas saring.
  • Suspensi bersifat labil artinya tidak mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
  • Suspensi mudah mengalami koagulasi.
  • Suspensi termasuk campuran heterogen.

Beberapa alasan pembuatan suspensi untuk obat per os/oral:

  1. Ada beberapa jenis obat-obatan tertentu yang tidak stabil secara kimia bila ada dalam larutan tapi stabil dalam disuspensi sehingga dibuat suspensi oral untuk menjamin stabilitas obat.
  2. Beberapa pasien (pasien anak) lebih suka obat bentuk cair (sirup,suspensi, atau emulsi) dari pada bentuk padat (tablet atau kapsul dari obat yang sama)
  3. Bentuk cair memudahkan pasien untuk menelan obat.
  4. Pemberian dosis takaran obat dalam bentuk cair lebih mudah dari pada bentuk padat, terutama untuk pasien anak-anak.
  5. Menghilangkan/ menutupi rasa tidak enak (pahit) dari jenis-jenis obat tertentu, misalnya kloramfenikol yang rasanya sangat pahit, bila dalam bentuk suspensi ada tambahan zat pemanis lainnya sehingga disukai anak-anak.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam proses pembuatan suspensi adalah cara memperlambat penimbunan partikel (memperkecil laju endap zat terdispersi) serta menjaga homogenitas dari pertikel. Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga stabilitas suspensi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi stabiltas suspensi adalah :

  1. Ukuran Partikel

Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antar luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya.

2. Kekentalan / Viskositas

Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum ” STOKES”

V=d2 (p-po) g /n

Ket :

V = Kecepatan Aliran

d = Diameter Dari Partikel

p = Berat Jenis Dari Partikel

p0 = Berat Jenis Cairan

g = Gravitasi

? = Viskositas Cairan

3. Jumlah Partikel / Konsentrasi

Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut.

Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.

4. Sifat / Muatan Partikel

Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alami, maka kita tidak dapat mempengruhi.

Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer, homogeniser, colloid mill dan mortir. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi), umumnya besifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid).

Bahan pensuspensi atau suspending agent dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :

1. Bahan pensuspensi alami.

Bahan pensuspensi dari alam yang biasanya digunakan adalah jenis gom / hidrokoloid. Gom dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir. Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas cairan tersebut bertambah dan akan menambah stabilitas suspensi. Kekentalan mucilago sangat dipengaruhi oleh panas, PH, dan proses fermentasi bakteri.

a. Termasuk golongan gom :

Contonya : Acasia ( Pulvis gummi arabici), Chondrus, Tragacanth , Algin

b. Golongan bukan gom :

Contohnya : Bentonit, Hectorit dan Veegum.

2. Bahan pensuspensi sintesis

a. Derivat Selulosa

Contohnya : Metil selulosa, karboksi metil selulosa (CMC), hidroksi metil selulosa.

b. Golongan organk polimer
Contohnya : Carbaphol 934.

Cara Pembuatan Suspensi

Dalam pembuatan suspensi, serbuk mula-mula dibasahi dulu oleh zat pembasah agar serbuk tersebut lebih bisa dipenetrasi oleh medium dispersi. Alkohol, gliserin dan cairan higroskopis lainyya digunakan sebagaizat pembasah bila suatu pembawa air akan digunakan sebagai fase dispersi, kemudian bahan pensuspensi dicampur dengan air, sehingga terbentuk mucilago. Serbuk yang telah dibasahi dicampur dengan mucilago yang telah dibuat.

Contoh suspensi oral:

Obat-obat Antasida cair
Berisi Suspensi oral Alumina dan Mangnesida (Aludrox Oral Suspension), Alumina dan Magnesium Trisilikat(Alma-Mag liquid), Magaldrat(Riopan oral suspension) , Aluminia Magnesia dan Kalsium karbonat(Camalox). Ini digunakan untuk bekerja melawan hiperasiditas gastrik dan mengurangi tekanan pada saluran cerna bagian atas.

Obat cacing/Antelmintik
Suspensi oral pirantel Pamoat (Antiminth oral 250 mg/5ml suspension), tiabendazol(Mintezol Oral 500 mg/5 ml). ini digunakan untuk membebaskan tubuh dari infeksi cacing.

Obat Antibakteri
Suspensi oral sulfametoksazol (Gantanol Suspension), Sulfisoksazol Asetil (Gantrisin Syrup 500 mg/5 ml dan gantrisin Pediatric Suspension). Obat ini digunakan untu pengobatan infeksi saluran urin dan dapat menghambat sintesis asam folat serta garm para amino benzoat dari bakteri.

Daftar Pustaka:

1. Soetopo. Seno, dkk. 2001. Teori Ilmu Resep. Jakarta
2. Anief. Moh. 2000. Farmasetika. Gajah Mada University Press : Yogyakarta
3. Ansel, Howard C.1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi keempat. UI press: Jakarta.
4. wikipedia.org

 

tags: ,