MEMBASMI CACINGAN DENGAN ALBENDAZOL

Selasa, Oktober 18th 2016. | Antelmintik

Membasmi Cacingan Dengan Albendazol

obat cacing albendazol

             tablet kunyah Albendazol 400 mg

Cacingan merupakan infeksi parasit terbanyak yang menyerang manusia, terutama anak-anak usia sekolah.
Nah biasanya di bulan Oktober ini puskesmas mengadakan kegiatan penjaringan anak sekolah yang diisi juga dengan pembagian obat cacing melalui seksi gizi.
Untuk wilayah puskesmas di Jawa Tengah yang sering kita jumpai adalah pembagian Albendazol dengan dosis 400 mg. Nah disini kami akan sedikit membahas mengenai seberapa efektifkah Albendazol dalam membasmi cacingan?

Farmakologi Albendazol

Albendazol memiliki sifat fisik yang tidak larut dalam air (BM 265)
Secara farmakologi Albendazol adalah turunan dari derivat benzimedazol carbamate yang strukturnya berhubungan dengan Mebendazol. Pada tahun 1975 Albendazol dikenal untuk pengobatan hewan dan kemudian digunakan sebagai obat cacing (antelmentik).

Albendazol mempunyai sifat spektrum yang luas dan sistemik dalam membasmi parasit cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus), cacing pita (Taenia sp.) dan Strongyloides stercoralis, serta aktif melawan bentuk larva dan dewasa nematoda usus.

Khasiat antelmintik Albendazol bekerja dengan jalan menghambat pengambilan glukosa oleh cacing sehingga produksi ATP sebagai sumber energi untuk mempertahankan hidup cacing berkurang, hal ini mengakibatkan kematian cacing karena kurangnya energi untuk mempertahankan hidup.

Dosis, Efek samping dan Peringatan

Dosis umum untuk dewasa dan anak di atas 2 tahun :
400 mg sehari, diberikan sekaligus sebagai dosis tunggal. Tablet dapat dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur dengan makanan.

Efek samping Albendazol yang terjadi biasanya berupa mulut kering, gatal-gatal, gangguang pencernaan, pusing dan lain-lain.

Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
Jangan diberikan pada ibu hamil dan menyusui.
Sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun. HARUS DENGAN RESEP DOKTER!.

tags: ,