ACETYLCYSTEINE EKSPEKTORAN PENGGANTI GG

Rabu, Desember 21st 2016. | Ekspektoran

Acetylcysteine Ekspektoran Pengganti GG

Untuk kita yang biasa melakukan pelayanan kefarmasian di Instalasi Kesehatan milik Pemerintah seperti Puskesmas dan Rumah Sakit pada awal tahun 2016 merasa sangat asing dengan obat Acetylcysteine. Ya, ini tentu saja karena kita sudah terbiasa menggunakan Gliseril Guaiakolat (GG) sebagai ekspektoran yang utama yang dipakai sehari-hari di Puskesmas.

acetylcysteine
Kehadiran Acetylcysteine sebagai ekspektoran pengganti GG mulai muncul di E-Catalog Obat Pemerintah sekitar bulan Mei-Juni 2016 dan GG hilang dari E-Katalog. Pada awalnya memang kaget, tetapi akhirnya terbiasa juga menggunakan obat ini.

Bentuk dan Sediaan

Acetylcysteine merupakan agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC). Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya kapsul), atau nebulasi/inhalasi.

Khasiat / Indikasi

  • Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak yang menghalangi saluran pernapasan.
  • Acetylcysteine digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis.
  • Acetylcysteine juga digunakan untuk mengobati kasus toksisitas akibat over dosis paracetamol.

Dosis

Untuk bentuk kapsul, dosis acetylcysteine yang umumnya dianjurkan bagi pasien dewasa adalah 200 mg. Sementara frekuensi konsumsinya adalah dua hingga tiga kali dalam sehari.

Efek Samping

Efek samping Acetylcysteine yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.
Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme, angioedema, ruam, pruritus, hipotensi, kulit kemerahan, bengkak pada wajah, dispnea, sesak nafas, sinkop, berkeringat, arthralgia, penglihatan kabur, gangguan fungsi hati, asidosis, kejang dan kadang-kadang demam.

Kontra Indikasi dan Perhatian

  • Acetylcysteine tidak cocok diberikan untuk pasien batuk kering.
  • Tidak boleh dikonsumsi bersama Tetrasiklin.
  • Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
tags: , ,