AYO SUKSESKAN PROGRAM IMUNISASI MR DI BULAN AGUSTUS INI

Jumat, Agustus 4th 2017. | Imunisasi

Ayo Sukseskan Program Imunisasi MR Di Bulan Agustus ini

Seperti biasanya bagi kita yang bekerja pada pelayanan kesehatan pemerintah tingkat dasar setiap bulan Agustus selalu sibuk dengan program imunisasi. Pada bulan Agustus tahun ini Pemerintah sedang gencar melaksanakan program imunisasi MR bagi anak-anak usia 9 bulan dan anak sekolah dari SD sampai SMP.

imunisasi MR

Imunisasi MR di Sekolah

Meskipun tidak terlibat secara langsung (ikut nyuntik ke sekolah) kita sebagai tenaga farmasi juga sibuk mempersiapkan obat, terutama obat penurun panas dan sarana lainnya seperti mempersiapkan bahan medis habis pakai untuk persiapan pelaksanaan imunisasi MR agar dalam pelaksanaan program imunisai MR kali ini sukses tanpa adanya kendala apapun.

Program lain yang juga membuat sibuk adalah pembagian Vitamin A. Lagi-lagi meskipun kita tidak terlibat langsung, kita juga sibuk untuk mengambilkan vitamnin A dari Gudang Farmasi untuk diberikan kepada petugas gizi, dan membuatkan laporan pemakaiannya (LPLPO).

Ngomong-ngomong apa sih imunisasi MR itu? Vaksin MR (Measles Rubella) adalah campuran dua jenis virus yang dilemahkan, yang disuntikkan untuk imunisasi melawan campak (measles), dan rubella (german measles/ campak Jerman).

Apa perbedaan dari campak biasa (measles) dan campak Jerman (rubella)?

Meskipun sama-sama campak yaitu biasanya terjadi berkas kemerahan di kulit, penyebab kedua penyakit ini beda. Penyebab campak Jerman adalah virus rubela, sedangkan penyebab campak biasa atau dikenal dengan morbili adalah rubeola.

Penyakit Campak (Measles)/ Morbili

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Morbilli dari keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini masih merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan insiden tertinggi usia terkena campak adalah pada anak usia 1-2 tahun.

campak

Penyakit Campak disebabkan oleh virus Morbilli atau virus Rubeola yang terdapat dalam sekret nasofaring dan darah penderita. Penularannya melalui droplet atau percikan ludah/batuk penderita. Timbul gejala penyakit setelah 10 sampai 20 hari anak kontak dengan penderita.

Penyakit Campak mempunyai 3 stadium yaitu stadium permulaan (prodromal,kataral), stadium erupsi dan stadium penyembuhan (konvalesen).

  • Stadium permulaan yang berlangsung kurang lebih 4-5 hari, gejalanya mirip dengan influenza (flu) batuk-pilek, demam disertai radang pada selaput lendir hidung, mulut, tenggorokan, nyeri sendi/otot, sakit kepala, silau bila terkena sinar matahari (fotophobia), kadang kala ada diarenya juga. Pada mata ditemukan mata yang merah (injeksi silier). Tanda khas yang dapat ditemukan pada stadium ini adalah bercak Koplik.
  • Stadium erupsi gejala demam, batuk pilek dan radang bertambah berat. Mulai timbul bercak kemerahan (ruam makulopapular) yang timbul secara berurutan mulai kepala/wajah, badan, tangan sampai kaki secara berurutan. Yang khas adalah awal timbul ruam selalu mulai dari belakang telinga, tengkuk, batas rambut dan muka. Ruam akan mencapai anggota bawah pada hari ketiga. Ruam selanjutnya akan menghilang sesuai dengan urutan timbulnya, bersamaan dengan turunnya demam selama stadium ini anak masih infeksius atau menularkan.
  • Stadium konvalesen (penyembuhan) dimulai setelah ruam timbul merata, suhu badan berangsur turun dan normal kembali. Ruam akan menghilang dan menjadi bercak kehitaman (hiperpigmentasi) dengan kulit yang mengelupas seperti bersisik (ganti kulit). Hiperpigmentasi ini akan menghilang dalam jangka waktu 1 sampai 2 minggu. Yang harus diingat hiperpigmentasi adalah ciri khas pada campak.

Karena penyebab Campak adalah virus, maka disebut self-limiting disease (dapat sembuh sendiri) karena itu kesembuhan sangat tergantung pada daya tahan tubuh penderitanya.

Pengobatan hanya bersifat suportif berupa :

  1. Istirahat, sebaiknya pasien ditempatkan pada ruangan hangat dan lembab serta hindari paparan sinar yang kuat. Biasanya anak anda akan dirawat dalam ruang isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit hingga empat hari setelah bercak muncul, setelah itu anak dapat beraktivitas biasa.
  2. Obat penurun panas seperti Parasetamol.
  3. Asupan cairan yang cukup.
  4. Vitamin A (100.000IU untuk usia 6 bulan- 1 tahun, dan 200.000IU untuk usia > 1 tahun). Vitamin A diberikan bila usia anak 6 bulan sampai 2 tahun saat terkena campak, atau anak dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki penyakit yang menghalangi penyerapan vitamin A.

Campak umum sebelum tahun 1966, maka kebanyakan orang yang lahir sebelum itu mempunyai kekebalan. Orang yang menghadapi risiko campak termasuk:

  • Orang yang lahir pada atau sejak tahun 1966 yang belum pernah menderita campak dan belum pernah menerima dua dosis vaksin Campak Rubela (MR) dari usia 12 bulan.
  • Orang yang mempunyai sistem kekebalan yang lemah (mis. orang yang sedang menerima kemoterapi atau radioterapi untuk kanker atau orang yang sedang menerima dosis besar obat steroid) meskipun telah diimunisasi sepenuhnya atau menderita infeksi campak sebelumnya.
  • Orang yang tidak mempunyai kekebalan dan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Virus Morbilli pada ibu hamil muda (1-2 bulan pertama) kemungkinan besar mengalami abortus (keguguran), bila terinfeksi pada kehamilan selanjutnya, maka bayi yang dilahirkan kemungkinan mengalami kelainan kongenital, berat badan lahir rendah atau lahir mati. Karenanya pada wanita yang merencanakan kehamilan dan belum pernah divaksin Campak, dianjurkan untuk divaksin Campak terlebih dulu, atau diberikan vaksin gabungan yang ada komponen campaknya seperti MMR (measles, mumps, rubella).

Campak adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Hampir 95% anak yang mendapat vaksin tidak akan terkena campak, jadi kecil kemungkinan terkena lagi. Tetapi kadar kekebalan tubuh terhadap virus campak semakin menurun seiring bertambahnya usia, karena itu vaksin diulang lagi saat dewasa. Bila tidak diulang maka kemungkinan terkena lagi akan ada.

Komplikasi timbul pada 5-15% dari keseluruhan kasus campak. Komplikasi yang dapat muncul adalah otitis media (radang telinga), pneumonia (radang paru), laryngitis, dan eksaserbasi (munculnya infeksi dari kuman yang dorman) Tuberkulosis. Tapi yang paling ditakutkan adalah komplikasi pada system saraf anak, komplikasi tersebut berupa ensefalitis/radang otak (paling sering), sindroma Guillain-Barré,kelumpuhan, neuritis retrobulbar/radang saraf mata (jarang terjadi). Biasanya kematian timbul akibat komplikasi yang timbul.

Komplikasi ini akan lebih mudah terjadi pada anak yang memang sebelum sakit sudah mempunyai daya tahan tubuh yang lemah seperti pada anak dengan gizi buruk, tbc, penyakit keganasan (mis. leukemia) dll.

Jaga tubuh anak agar tetap bersih sehingga dia tetap merasa nyaman. Boleh saja anak dimandikan atau dilap seluruh tubuhnya. Pendapat yang mengatakan kalau anak campak tidak boleh dimandikan adalah keliru karena bila tubuhnya kotor dan berkeringat akan menimbulkan rasa lengket dan gatal luar biasa. Dorongan menggaruk kulit yang gatal bisa menimbulkan infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Gunakan sabun bayi yang tak terlalu merangsang kulit dan gosoklah kulitnya perlahan. Sehabis mandi, keringkan dan taburi dengan bedak salycyl talc.

Penyakit Campak Jerman (Rubella)

Rubella atau Campak Jerman atau Campak 3 hari adalah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Campak Jerman umumnya memiliki dampak lebih ringan dan tidak fatal. Umumnya pun terjadi pada anak usia 5 sampai 14 tahun. Hal ini disebabkan oleh virus Rubella, berbeda dengan Campak yang disebabkan virus Rubeola.

campak jerman rubella

Virus Rubella merupakan sebuah togavirus yang menyelimuti dan memiliki genom RNA beruntai tunggal. Virus ini ditularkan melalui jalur pernapasan dan bereplikasi di nasofaring dan kelenjar getah bening. Virus ini ditemukan di dalam darah 5 sampai 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus memiliki sifat teratogenik dan mampu melintasi plasenta dan menginfeksi janin yang mana menghentikan sel dari berkembang atau menghancurkan mereka.

Setelah masa inkubasi 14-21 hari, gejala utama infeksi virus Rubella adalah munculnya ruam (exanthem) pada wajah yang menyebar ke batang tubuh dan anggota badan dan biasanya memudar setelah tiga hari. Gejala lain termasuk demam ringan, pembengkakan kelenjar (limfadenopati leher rahim pasca), nyeri sendi, sakit kepala dan konjungtivitis, umumnya nafsu makan anak akan menurun karena terjadi pembengkakan pada limpa. Kelenjar bengkak atau kelenjar getah bening bisa bertahan sampai seminggu dan demam jarang naik di atas 38 °C (100,4 °F). Ruam menghilang setelah beberapa hari tanpa pewarnaan atau mengupas kulit.

Rubella dapat menyerang siapa saja dari segala usia dan umumnya merupakan penyakit ringan, jarang terjadi pada bayi atau mereka yang berusia di atas 40. Semakin tua seseorang adalah gejala yang mungkin lebih parah. Sampai dengan sepertiga anak perempuan lebih tua atau wanita mengalami nyeri sendi atau gejala jenis rematik dengan Rubella. Virus ini dikontrak melalui saluran pernafasan dan memiliki masa inkubasi 2 sampai 3 minggu. Selama periode inkubasi, pembawa virus dapat menular walau mungkin tidak menunjukkan gejalanya.

Lebih mengkhawatirkan bila Rubella menyerang wanita hamil karena virusnya bisa menular pada janin melalui plasenta. Bisa terjadi keguguran. Bila janin tertular maka anak yang dilahirkan akan mengalami Sindrom Rubella Kongenital dengan kelainan-kelainan, misalnya mata bayi mengalami katarak, tidak bisa mendengar, terjadi pengapuran di otak, juga banyak terjadi anak-anak tumbuh dengan keterbelakangan perkembangan.

Pencegahan dan penanganan penyakit Rubella adalah:

  • Berikan imunisasi MR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin MR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
  • Walau Rubella tidak seberapa menular, tetap karantina penderita supaya tidak menulari orang lain, selama selang waktu 7 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.
  • Berikan parasetamol saat demam diatas 38,5 °C dan anak gelisah atau rewel.
  • Berikan banyak cairan. Bisa minuman, atau makanan berkuah banyak.
  • Uapi ruangan/kamar untuk meredakan hidung tersumbat.

Pencegahan dan penanganan khusus penderita wanita usia subur/ibu hamil adalah:

  • Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk Rubella. Jika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan.
  • Vaksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.

Sebaiknya setiap anak perempuan harus mendapat vaksinasi Rubella. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya Rubella serta melindungi janin yang dikandungnya kelak. Tak hanya pada perempuan, vaksinasi Rubella pun penting bagi kaum pria. Gunanya mencegah agar tidak terserang Rubella dan menulari sang istri yang mungkin tengah hamil nanti.
Tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita penyakit Rubella karena banyak orang bahkan tidak menyadari penyakit ini. Jika berada dalam keraguan apakah terinfeksi penyakit Rubella, pemeriksaan antibodi dalam darah akan memberikan jawabannya.

Sumber

tags: ,