Berapa Takaran Gula Yang Sebaiknya Kita Konsumsi

Senin, Juli 18th 2016. | Diabetes melitus, Tips sehat

Berapa Takaran Gula Yang Sebaiknya Kita Konsumsi?

Gula pasti kita tahu dan suka karena rasanya manis. Penggunaan gula biasanya dengan cara menambahkan pada makanan atau minuman dan jarang sekali orang yang mengonsumsi gula secara langsung.

jenis-jenis gulaSebelum membahas berapa takaran gula yang sebaiknya kita konsumsi tiap hari kita perlu tahu mengenai jenis-jenis gula yang ada di Indonesia serta proses pembuatannya. Karena hal ini akan mempengaruhi kadar cepat lambatnya proses penyerapannya di tubuh kita.
Gula yang kita kenal secara umum di masyarakat ada tiga jenis, yaitu gula pasir, gula batu dan gula merah.
Namun meskipun sama-sama rasanya manis, ternyata antara gula pasir, gula batu, dan gula merah mempunyai dampak yang berbeda bagi tubuh, khususnya pankreas. Ini sangat penting karena bisa menyebabkan penyakit yang paling ditakuti manusia yaitu diabetes melitus.

Gula pasir adalah jenis gula yang berbentuk butiran kecil seperti pasir (berwarna putih atau agak kecoklatan). Gula pasir merupakan jenis gula yang paling banyak digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Karena bentuknya yang berupa butiran kecil, gula pasir mudah larut dalam makanan dan minuman sehingga mudah digunakan untuk dikonsumsi.

Tetapi apakah kita tahu dampak penggunaan gula pasir terhadap pankreas? Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Mengapa?

Dalam proses pembuatannya untuk membentuk gula pasir menjadi seperti kristal kecil-kecil diperlukan pemanasan hingga mencapai suhu 400 derajat Celcius. Semakin tingginya proses pemanasan makanan maka proses pencernaannya dalam tubuh juga semakin lama (sulit). Pankreas yang normal tiap hari hanya mampu mengubah 5 gram atau ½ sendok gula pasir menjadi energi.

Bagaimana jika kita mengkonsumsi lebih dari ½ sendok gula pasir?

Sisa gula pasir yang tidak bisa diproses oleh pankreas akan tertimbun dalam tubuh menjadi gula darah dan lemak. Apabila kita kurang beraktifitas maka lama-kelamaan tubuh akan kelebihan gula darah. Tentunya Anda semua sudah mengetahui penyakit apa yang akan timbul bila gula darah kita meningkat. Maka dari itu sebaiknya bijaksana dalam mengkonsumsi gula pasir.

Selanjutnya adalah gula batu, mengapa disebut gula batu? Karena memang bentuknya seperti batu (bening/putih, mirip dengan es batu), ada yang agak transparan juga ada yang tidak. Proses pembuatan gula batu hampir sama dengan gula pasir, namun suhu yang diperlukan untuk memprosesnya tidak setinggi pada proses pembuatan gula pasir.
Dalam sehari pankreas yang normal mampu mengubah 60 gram (sekitar 6 sendok makan) gula batu menjadi energi. Sehingga gula batu tergolong lebih sehat dibanding gula pasir.

Yang terakhir adalah gula merah (dikenal juga dengan nama gula Jawa atau gula aren) adalah gula yang dibuat dari bunga pohon kelapa/aren, biasanya lebih sering digunakan untuk bumbu dapur. Dalam sehari pankreas yang normal mampu mengubah 90 gram (sekitar 9 sendok makan) gula merah menjadi energi.
Jika dibandingkan dengan kedua gula diatas gula merah adalah gula yang paling sehat di antara gula pasir dan gula batu.

Agar pankreas Anda tidak kelelahan dan tetap sehat, sebaiknya kita harus bijaksana dalam mengkonsumsi gula, baik itu gula merah, gula batu, terlebih lagi gula pasir. Pankreas mempunyai batas kemampuan untuk mengubah gula menjadi energi, dan jika pankreas sudah tidak mampu melakukan tugasnya, maka tubuh kita bisa terkena penyakit diabetes melitus.

tags: ,